Social Icons

Pages

Senin, 09 Maret 2015

CAHAYA DARI SISI LAIN MILKY WAY

Foto di laman ini diambil dengan teleskop khusus yang diberi nama VISTA. Teleskop VISTA merupakan tekeskop yang istimewa karena ia tidak mengumpulkan cahaya normal yang biasa dilihat oleh mata. VISTA melihat alam semesta dalam cahaya yang tidak bisa dilihat manusia, yakni cahaya inframerah. Area pusat galaksi yang dipotret VISTA. Kredit: ESO/VVV consortium/D. Minniti Tidak seperti cahaya tampak yang bisa dilihat dengan mata, cahaya inframerah bisa bergerak melalui debu kosmik dan ia bisa memperlihatkan apa yang tersembunyi disana. Seperti teleskop lainnya, VISTA tidak hanya bisa memotret foto yang indah dari angkasa (foto indah itu cuma bonus!). Tugas utama VISTA adalah mengintip awan debu tebal di pusat Galaksi, yang biasanya menyerap cahaya tampak.Tanpa ada penghalang, VISTA dapat memandang jauh ke alam semesta dan mendeteksi obyek di sisi lain galaksi, yang tidak pernah tampak sebelumnya.Foto yang berhasil dipotret ini merupakan contoh kejutan yang berhasil diungkap VISTA saat memandang alam semesta dengan mata inframerahnya.Foto tersebut hanya menampilkan sebagian kecil kosmos, tapi VISTA berhasil menemukan dua bintang baru! Keduanya merupakan bintang tipe spesial yakni bintang variabel Cepheid (SEA-fee-id). Vuntang Cepheid berukuran sangat besar, berwarna kuning dan ribuan kali lebih terang dibanding Matahari.Yang lebih menarik lagi, bintang Cepheid terkenal dari cara mereka bercahaya. Biasanya secara perlahan-lahan bintang Cepheid akan menjadi terang dan kemudian meredup seiring waktu. Terangnya dapat berubah dalam waktu beberapa hari atau bulan, tergantung bintangnya. Nah, kedua bintang baru ini juga demikian. Terangnya berubah setiap 11 hari.Fakta menarik: Bintang variabel Cepheid punya peran sangat penting bagi para astronom. Mereka bisa membantu astronom untuk menghitung jarak galaksi – galaksi jauh.

Katai Coklat

Rasa ingin tahu kita sudah berakar di dalam kebudayaan kita. Di bidang astronomi, para ilmuwan berusaha memperluas cakrawala pemahaman kita untuk menguak misteri-misteri terbesar alam semesta. Untuk itu, mereka memerlukan teleskop supercanggih.
Ilustrasi sebuah katai cokelat. Kredit: John Pinfield.
Ilustrasi sebuah katai cokelat. Kredit: John Pinfield.
Dengan menggunakan teleskop landas-antariksa bernama WISE, bersama-sama dengan beberapa teleskop pilihan di Bumi, para astronom menemukan dua katai cokelat tertua! Objek-objek ini diduga telah terbentuk saat Galaksi kita masih sangat muda, lebih dari 10 milyar tahun yang lalu!
Katai cokelat disebut “bintang gagal” oleh sebagian astronom. Dari segi ukuran, katai cokelat berada di antara planet raksasa semacam Jupiter (planet terbesar di Tata Surya kita) dan bintang kecil. Namun, tidak seperti Matahari, temperatur katai cokelat tidak pernah bisa menjadi cukup panas untuk supaya materi-materi di dalamnya mulai bergabung dan melepaskan energi dalam suatu proses yang disebut ‘reaksi fusi’.
Setelah terbentuk, katai cokelat malah meredup dan mendingin. Dua katai cokelat yang baru saja ditemukan ini bertemperatur antara 250 sampai 600 derajat Celsius, jauuuuh lebih dingin daripada bintang. Bandingkan dengan Matahari yang temperatur di permukaannya 5.600 derajat Celsius!
Berhasil menemukan dua katai cokelat ini bagaikan menemukan peti harta karun yang bisa bikin Kapten Jack Sparrow iri. Yang bikin permata tersembunyi ini sangat istimewa adalah kecepatan gerak mereka, yaitu 100-200 kilometer per detik, jauuuh lebih cepat daripada kecepatan bintang-bintang normal dan katai-katai colelat lainnya!

Fakta Menarik: Baru tahun ini ilmuwan menemukan sistem keplanetan terdekat ketiga dari Matahari, memecahkan rekor seratus tahun. Sistem ini hanya berjarak 6.5 tahun cahaya dari kita dan mengandung dua katai cokelat!

PLANET YANG KEHILANGAN LAUTAN

Miliaran tahun yang lalu, permukaan Mars jauh berbeda dengan sekarang. Lokasi yang sekarang hanya padang pasir merah nan kering, dulunya merupakan lautan luas yang menyelimuti 20% permukaan Mars. Itu artinya, dulu lautan di Mars melingkupi area yang lebih besar dibanding area yang dilingkupi oleh lautan Atlantik di Bumi!
Ilustrasi Mars miliaran tahun lalu ketika masih memiliki lautan. kredit: ESO/M. Kornmesser 
Ilustrasi Mars miliaran tahun lalu ketika masih memiliki lautan. kredit: ESO/M. Kornmesser

Air dari lautan luas ini ternyata cukup untuk menutupi seluruh permukaan Mars dengan lapisan air bisa mencapai kedalaman 100 meter!
Informasi tentang laut tersebut diperoleh dari penelitian atmosfer Mars. Para ilmuwan melakukan penelitian dengan mempelajari dua tipe air. Yang pertama, air normal seperti yang kita minum dan mandi.
Air lainnya merupakan jenis air yang di mengandung hidrogen tipe khusus, yang disebut deutrium. Air yang terbentuk dari deutrium memiliki kandungan hidrogen lebih banyak sehingga air jadi lebih berat dibanding air yang normal.
Hal ini penting karena itu berarti cahaya matahari megubah air normal yang lebih ringan menguap (menjadi uap) dan melayang ke luar angkasa lebih cepat dibanding tipe air lainnya.
Jadi, dengan mempelajari dan membandingkan air yang lebih berat dan air yang normal di atmosfer Mars, kita bisa mengetahui jumlah air normal di Mars yang sudah menghilang ke luar angkasa.
Hasil penelitian terbaru juga mengungkapkan kalau Mars dulunya merupakan planet basah dalam waktu yang lebih lama dari yang diduga para ahli. Artinya, pada suatu waktu di masa lalu, Mars cocok untuk kehidupan dalam waktu yang lebih lama dari yang diduga.

Fakta menarik: Dulu Mars memiliki lebih banyak air di bawah permukaannya. Dan sebagian air itu masih misteri sampai kini.

Sabtu, 07 Maret 2015

ILMUAN PECAHKAN MISTERI QUASAR

ilustrasi
Quasar adalah obyek paling terang di alam semesta dan memiliki penampilan yang sangat misterius yang telah membingungkan astronom selama lebih dari dua dekade.
Sekarang, para ilmuwan menemukan misteri ini dapat diselesaikan dengan melihat dua fitur sederhana pada quasar - seberapa cepat materi dimasukkan ke dalam quasar dan dari arah mana quasar terlihat.
Quasar adalah lubang hitam supermasif yang memiliki massa hingga miliaran kali massa matahariyang tinggal di inti galaksi jauh dan besar. Mereka melepaskan sejumlah cahaya yang luar biasa terang ketika mereka merobek bintang dan melahap materi secara terpisah.
Studi terdahulu dari quasar telah menemukan bahwa sifat fisik dari objek ini cendrung sangat teratur - misalnya, ukuran quasar ini terkait dengan massanya. Namun, meskipun kecendrungantersebut, untuk beberapa alasan yang membingungkan, quasar dapat berpenampilan sangat bervariasi dalam cahaya tampak dan ultraviolet.
Untuk membantu memecahkan misteri ini, para ilmuwan meneliti sampel terbesar dari pengamatanquasar yang pernah di buat data dari lebih dari 20.000 quasar yang ditangkap oleh Sloan Digital Sky Survey. Analisis statistik mengungkapkan bahwa penampilan quasar sebagian bisa dijelaskan oleh dua faktor dasar.
"Pekerjaan kami memecahkan misteri quasar yang telah berlangsung dua dekade," kata penulis utama studi Yue Shen, seorang astronom di Observatorium Carnegie di Pasadena, California.
Faktor pertama disebut rasio Eddington - luminositas Quasar dibandingkan dengan massanya. Rasio ini memprediksi seberapa cepat materi jatuh ke quasar, dan sudah lama diduga memainkan peran penting yang membuat quasar sering memiliki tampilan bervariasi.
Faktor lainnya adalah dari arah mana para astronom melihat sebuah quasar, yang berpengaruh padaberapa banyak mereka bisa melihat awan gas yang paling dekat dengan lubang hitam. Gas yang bergerak cepat ini menghasilkan sejumlah panjang gelombang cahaya, sangat mempengaruhipenampilan quasar dan temuan ini menunjukkan bahwa awan tersebut tersusun dalam suatu cakram pipih yang menjelaskan mengapa arah dari mana mereka terlihat dapat menimbulkan banyak masalah.
"Temuan kami memiliki implikasi yang mendalam untuk penelitian Quasar," kata Shen dalam sebuah pernyataan. "Skema perpaduan sederhana ini menyajikan jalur untuk lebih memahami bagaimanalubang hitam supermasif memakan materi dan berinteraksi dengan lingkungan mereka."
Selain itu, temuan ini akan membantu meningkatkan pengukuran masa depan massa lubang hitam,yang pada gilirannya akan membantu para ilmuwan lebih memahami "pertumbuhan kosmik lubang hitam supermasif dan tempat mereka dalam formasi galaksi," kata rekan penulis studi Luis Ho di Kavli Institut Astronomi dan Astrofisika di Universitas Peking mengatakan dalam sebuah pernyataan.

 
Blogger Templates